Beranda > Beranda > Balung Buto

Balung Buto


Sangiran@situs purbakala

Lokasi obyek terletak di + 5 km dari Mojosongo Solo. Maraknya bisnis ilegal penjualan benda purbakala, menggelitik saya untuk mengulas sedikit mengenai Sangiran 😦

Nama Sangiran terupload dalam skala internasional tatkala ditemukannya fosil manusia purba. Konon fosil itu merupakan fosil manusia purba asli jawa (pribumi) jadi bukan nenek moyang kita kan 🙂

Oleh  penemunya Eugene Du Bois, fosil berupa tengkorak itu dinamai : Pithecanthropus Paleo Javanicus, atau kalau di translate dalam bahasa kita kira-kira berbunyi Buta Jawa Kuno 🙂

Diperkirakan ukuran postur tubuh makhluk ini lebih besar dari manusia sekarang. Dulu sekali saat saya masih sekolah di SMP, pernah sepedaan dengan teman-teman mengunjungi tempat ini.  Baru-baru ini juga mengunjungi, tapi suasananya sudah berubah dibanding beberapa dekade lalu merupakan daerah kering yang tanahnya hanya dapat diolah dengan mengandalkan siraman air hujan. Di kiri kanan jalan dapat ditemukan dengan mudah fosil-fosil sisa makhluk hidup purbakala. Terlebih saat habis diguyur hujan lebat, tanah-tanah disekitar perbukitan banyak memunculkan berbagai macam bentuk fosil. Akan menjadi berita besar jika ditemukan fosil dalam bentuk agak lengkap dari makhlup hidup tertentu semisal gajah, harimau, badak, buaya, atau kerbau purba. Entah sudah berapa banyak penemuan yang tidak tercover oleh instansi terkait, meluncur dengan mudahnya kepasar ilegal benda-benda purbakala.

Minimnya sistem pengawasan dan tawaran menggiurkan dari pihak-pihak tertentu kepada masyarakat sekitar, merupakan faktor pendorong terjadinya penjualan ilegal fosil-fosil purbakala itu. Tidak sepadan memang antara nilai benda purbakala itu bagi ilmu pengetahuan, dibanding dengan nilai uang yang dikantongi oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab ini. Mungkin anda mempunyai pendapat untuk mengatasi masalah ini?

 

Sumber gambar : indocropcircles.files.wordpress.com/2011/03/p ; haristepanus.wordpress.com/…/

Iklan
  1. 13 April 2011 pukul 22:32

    semoga saja pihak-pihak yang berwenang lebih bertanggung jawab secara moral untuk melestarikan benda purbakala, demi pengembangan ilmu pengetahuan sejarah nasional.

    • 13 April 2011 pukul 22:49

      mungkin secara klasik, caranya dengan meningkatkan ketegasan hukum terhadap pelestarian benda purbakala dan bagaimana memberdayakan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

  2. 14 April 2011 pukul 07:37

    semuanya menjadi tanggung jwab bersama,,, masyarakat juga harus punya kesadaran yang tinggi akan pentingnya benda2 purbakala itu. Jadi pemerintah dan masyarakatlah yang bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian benda2 purbakala itu…

  3. 14 April 2011 pukul 21:09

    wah eman tenan yo Kang.. padahal itu kekayaan tak ternilai bagi negeri kita

  4. 15 April 2011 pukul 08:44

    selalu menjadi suatu hal yang klasik dimana kekayaan alam yang kita miliki dimanfaatkan oleh pihak luar sehingga memberikan keuntungan bagi mereka.

  5. 15 April 2011 pukul 09:45

    sangat disayangkan ya pak, kalo fosil2 itu berserakan gak terurus, seperti gak ada nilainya sama skali .. 😉

  6. 15 April 2011 pukul 09:49

    pihak terkait masih tertidur ya pak,, ntar baru bangn kalo orang malaysia datang dan bilang kalo fosil itu punya mereka .. hehe 🙂

  7. 15 April 2011 pukul 11:07

    Lintasberita : baru sibuk setelah pada hilang tapi sebelumnya ga diperhatiin.

  8. 15 April 2011 pukul 11:08

    aa

  9. 15 April 2011 pukul 12:05

    ternyata bisnis ilegal penjualan benda bersejarah itu memang ada ya kang?

  10. 16 April 2011 pukul 00:15

    memang sungguh disayangkan, pak, situs2 purbakala di negeri ini makin lama makin tidak aman. bisa jadi lemahnya pengawasan dan tdk adanya sanksi tegas membikin orang2 yang suka mencari keuntungan utk diri sendiri kian merajalela.

  11. 17 April 2011 pukul 14:01

    hm…..

    • 17 April 2011 pukul 20:00

      @ Blitu : Ya bli faktor ekonomi memang selalu menjadi alasan klasik dalam melakukan tindakan yang melanggar hukum …
      @ Mabruri Sirampog : Betul mas, untuk membangun kesadaran masyarakat itulah yang paling sulit ya …
      @ lozz Akbar : Ya Kang, ilmu pengetahuan tak mendosol digembol, rak kemrosak yen di guwak 🙂
      @ ftr4y : hehehe, bisa aja …
      @ blog umy : Iya, memang begitulah adanya …
      @ sawali tuhusetya : Iya pak, lemahnya pengawasan dan jaringan pasar ilegal yang tak terendus oleh pihak terkait, menjadi ladang bisnis bagi oknum yang tak bertanggungjawab
      @ sakti : hm … juga 🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: