Beranda > seni budaya > BALA BANTUAN PASUKAN WANARA

BALA BANTUAN PASUKAN WANARA


Janji Sugriwa@Cerita Wayang

Syak prasangka terhadap Jatayu

Rama dan Laksmana mencari keberadaan Sinta yang sudah tak ada lagi di tempat semula. Sinta seakan lenyap ditelan bumi, tanpa meninggalkan bekas dan jejak. Tak disadari oleh Rama bahwa hal itu dikarenakan si penculik melarikan Sinta tidak menggunakan akses darat melainkan lewat jalur udara. Setelah beberapa lama Rama dan Laksmana melakukan pencarian dengan menyisir hutan, mereka menemukan burung Jatayu yang terkulai lemah di permukaan tanah. Sepasang sayapnya kini tinggal sebelah. Timbul praduga Rama bahwa burung Jatayu inilah yang telah mencelakai Sinta. Rama sudah berniat menyirnakan Jatayu dengan merentangkan busur panahnya namun Laksmana mencegahnya. Ternyata burung Jatayu itu dapat berbicara. Ia menuturkan peristiwa yang baru saja ia alami dengan sisa-sisa tenaganya. Bahwa Rahwana raja negeri Alengka telah menculik Sinta dan ia kehilangan sebelah sayapnya akibat sabetan pedang ketika mencoba merebut Sinta dari tangan raja angkara murka itu. Di akhir penuturannya, Jatayu menghembuskan nafas terakhir. Rama dan Laksmana sangat menghargai jasa Jatayu. Untuk menghormati pengorbanan Jatayu atas usaha menolong Sinta, Rama dan Laksmana menyempurnakan jasad Jatayu secara semestinya.

Sumber gambar wayangku.files.wordpress.com/…/wy-hanoman.jpgBale

Bala Bantuan dari Sugriwa Sang rajanya wanara

Rama dan Laksmana melanjutkan usaha pencarian Sinta. Di tengah perjalanan dihadang oleh raseksa yang bertangan panjang, Dirgabahu nama raseksa itu. Ditebas pedang tangan Dirgabahu dan berubahlah ia menjadi wujud semula yaitu Bathara Sri. Bathara Sri mendapat kutukan dari Sang Hyang Guru karena suatu pelanggaran terhadap aturan kadewatan. Setelah menghaturkan terima kasih kepada Rama dan Laksmana, Bathara Sri menyarankan agar mereka berdua membantu Sugriwa dalam memerangi saudaranya yaitu Subali. Subali telah merebut isteri Sugriwa dan menduduki Gua Kiskenda istananya. Dari pertolongan itu nantinya Sugriwa akan membantu usaha Rama dalam mencari Sinta. Setelah berkata demikian, Bathara Sri kembali ke kahyangan.

Rama dan Laksmana kemudian melanjutkan perjalanan dan tiba di gunung Reksamuka. Mereka beristirahat di situ. Seperti dituturkan didepan, bahwa Sugriwa telah terusir dari istananya dan isterinya yaitu Dewi Tara direbut pula oleh Subali.  Kini Sugriwa dan segenap pengikutnya yaitu parjurit wanara dan para bupatinya terpaksa bermukim ditengah hutan. Para bupati yang masing-masing memimpin satuan distrik militer itu antara lain Gawaksa, Druwenda, Dariwenda, Sampati, Guwaksa, dll. Diantara para bupati ada pimpinannya lagi, yaitu Anila, Kapi Jembawan serta keponakannya, Anoman. Ada satu lagi tokoh pimpinan para bupati wanara yang tak asing di dunia persohiblogan, ialah Loz Akbar. Loz Akbar adalah komandan pasukan elite sandiyuda wanara.

Sugriwa mendapat sasmita dari Dewa agar minta pertolongan kepada Rama yang saat ini sedang berada digunung Reksamuka. Diutuslah Anoman untuk sowan kepada Ramawijaya dan menuturkan apa yang sedang dialami oleh Sugriwa. Singkat cerita, Rama menyetujui proposal yang diajukan Anoman dan segera menindaklanjuti dengan penandatanganan surat perjanjian kerjasama atau MOU antara Rama dengan Sugriwa.

Di perkemahan Sugriwa, Rencana dan strategi penyerangan ke Gua Kiskenda sedang digagas. Rama membuat skenario untuk melumpuhkan Subali. Intinya adalah Sugriwa disuruh menantang duel Subali, saat itulah Rama akan melepaskan panah saktinya dengan sasaran Subali. Rencana penyergapan itu juga disaksikan oleh para pimpinan elite militer wanara, termasuk Loz Akbar. Ditengah dialog antara Sugriwa dan Ramawijaya seorang Loz Akbar menginterupsi.

“ Mohon ampun Gusti, atas kelancangan hamba …” , demikian tukas Loz Akbar.

“ Ya, ada apa … Akbar? “ , sambut Sugriwa.

“ Kalo boleh menerima saran hamba …, sebelum melakukan operasi penyergapan alangkah baiknya mencari tahu dahulu kekuatan dan kelemahan lawan … “ , tutur Akbar.

“ Keknya usul yang bagus, saudara Sugriwa …tolong ditanggapi inisiatif dari anak buah anda itu …” , sahut Ramawijaya.

“ Ingsun … menghargai usulmu Akbar, sekaligus ingsun tugaskan dikau untuk mengerahkan pasukan memata-matai keadaan Kiskenda. Sekarang juga, berangkat!!! “ ,Gubrak!

“ Baik bos, perkenankan hamba mohon pamit untuk menyiapkan pasukan …” , dengan antusias Akbar meninggalkan perkemahan Sugriwa, diikuti pandangan penuh kekaguman dari segenap tokoh militer yang hadir di tempat itu.

Tibalah saat untuk melakukan aksi dari semua yang telah direncanakan. Sugriwa menantang Subali untuk duel. Dan tantangan itu tak menunggu waktu lama, Subali segera keluar dari Goa Kiskenda langsung menyerang Sugriwa mebabi buta. Dengan susah payah Sugriwa meladeni, namun karena level ilmunya masih dibawah Subali, Sugriwa makin terdesak. Sugriwa jadi penasaran, dalam hati bertanya mengapa Prabu Rama tidak kunjung jua melepaskan panahnya. Karena sudah merasa tidak kuat lagi menahan gempuran Subali, Sugriwa pun ngacir meninggalkan arena pertempuran. Subali terbahak-bahak penuh kemenangan, sambil menertawakan kelakuan Sugriwa. Giliran Sugriwa komplain terhadap Ramawijaya. Rupanya Rama merasa kerepotan melepaskan senjata saktinya karena kebingungan melihat dua sosok yang bertempur itu sama. Maka untuk membedakan sasaran, Sugriwa disuruh memakai tanda berupa kalung untaian bunga. Sugriwa kembali menantang Subali. Duel sengit terulang lagi dan Rama sudah dapat membedakan dengan jelas mana sasaran dan mana yang bukan. Alhasil panah Rama menembus dada Subali. Subali terjengkang beberapa depa, merintih sambil memegangi anak panah yang menancap di dadanya. Rama mendatangi TKP dan mendekati Subali.

“ Hamba merasa tidak punya salah dengan paduka …, mengapa dengan tega paduka memanah hamba, wahai Sri Rama …” , tutur Subali terhadap Rama.

“ Ketahuilah Subali …, peristiwa ini sudah menjadi takdirmu. Bukankah engkau mempunyai ajian rawerontek, tak mempan segala jenis senjata …, jika engkau di pihak yang benar, tentu anak panah ini tak dapat secuilpun menyentuh kulitmu …” , demikian penjelasan Rama.

Akhirnya Subali nglenggana akan hasil tuaian yang telah ditaburnya dan meninggalkan alam fana ini dengan lapang dada.

Sugriwa menggantikan takhta Subali, mendampingi dengan setia Dewi Tara. Sugriwa juga menegaskan janjinya untuk membantu Rama memerangi Rahwana raja Alengka yang telah menculik Sinta. Karena saat ini sedang musim hujan, Sugriwa menyanggupkan diri untuk melakukan penyerangan ke Alengka saat musim kemarau tiba. Kemudian Rama dan Laksmana meninggalkan Goa Kiskenda dan berdiam untuk sementara di gunung Maliawan.

Iklan
  1. 6 Maret 2011 pukul 14:51

    ayyyyooooo smua bangsa kita liat nich budaya bangsa INDONESIA………. cayoooooo

    salam persahabatan selalu dr MENONE

    • 6 Maret 2011 pukul 18:31

      Ya mas, Salam persahabatan juga dari Solo

  2. 6 Maret 2011 pukul 17:12

    siip….keren….postingannya
    kunjungi juga http://majulancargemilang.wordpress.com

    ada postingan yang berbeda…
    salam kenal

    • 6 Maret 2011 pukul 18:38

      Salam kenal kembali, dan langsung ke TKP 🙂

  3. 6 Maret 2011 pukul 18:20

    seorang pahlawan dari bali, I Gusti Ngurah Rai juga mempunyai pasukan kepercayaan yang dipimpin oleh monyet bernama Wanara. 🙂

  4. 6 Maret 2011 pukul 19:45

    waduh banyak sekali tulisannya mas,,
    saya baru baca gak lebih dari seperempatnya nih,,
    langsung komen aja yah.. hehe..
    soalnya dulu saya pernah di ceritain tentang ramayana sama guru saya..
    mudah-mudahan artikelnya bisa bermanfaat bagi yang lagi searching di google.. hehe.. 😀

    • 7 Maret 2011 pukul 00:57

      Ok, silakan mas … 🙂
      makasih atas kunjungannya …

  5. 7 Maret 2011 pukul 00:01

    lakon ramayana tak kalah serunya, pak. tak hanya sekadar menyajikan intrik, tetapi juga nilai2 kemanusiaan. jadi teringat ketika anoman mulai jatuh hati sama trijatha sambil melantunkan puisi di taman argasoka, hehe …

    • 7 Maret 2011 pukul 02:20

      Kasinggihan pak, wayang memang sangat inspiratif …
      Termasuk segi romantismenya tak pernah lekang dimakan zaman 🙂

  6. 7 Maret 2011 pukul 01:20

    jasik kok malah aku jadi pasukan yo Kang… ehhehe..

    apik-apik Kang.. tak enteni maneh kelanjutannya ya.. jadi aku pensiun dini dulu deh dari pasukan hahaha

  7. 7 Maret 2011 pukul 02:22

    Sepurane ae yo Kang, masalahe saliyane kuwi iso2 rusak pakeme
    Btw. makasih atas apresiasine 🙂

  8. 7 Maret 2011 pukul 06:23

    loz akbar kiy bentuk e koyo opo yo? tak gogling ra ketemu. pa dia termasuk raseksa, manusia, hewan apa betara?

    • 7 Maret 2011 pukul 08:49

      Itu tokoh rekaan mas, permintaan dari sobat blogger kita 🙂

  9. 7 Maret 2011 pukul 09:38

    ijin nyimak gan….
    ga ada suguhan kopinya nich 😦

    • 7 Maret 2011 pukul 13:59

      Silakan bikin sendiri tuh da belakang, pake gula ya … awas jangan keliru garem 🙂

  10. 7 Maret 2011 pukul 09:39

    ane kurang mudeng gan ama cerita pewayangan….
    coz biasanya ane cuma nonton dora emon aja :p hehehe

    • 7 Maret 2011 pukul 14:06

      O ya, asal ga Sincan aja … , cos itu anak bandel banget sih 🙂

  11. 7 Maret 2011 pukul 12:28

    Saya sedikit kurang paham nih Mas, dahulu pernah dengar ceritanya sih. Semoga berguna untuk yg search di Google..

  12. julianusginting
    8 Maret 2011 pukul 08:42

    masih ga mudeng klo masalah perwayangan sob..hee

  13. 8 Maret 2011 pukul 10:04

    Salam persohiblogan
    Baru update dan BW lagi nih daku

    berada pada jalan pengaktualisasian budaya
    salut 🙂

  14. 8 Maret 2011 pukul 15:50

    Yaps, selamat update dan BW lagi ya mas

    Sekedar urun rembug mas, ga lebih … 🙂

  15. 8 Maret 2011 pukul 17:40

    Cerita yang mengesankan mas…

    • 8 Maret 2011 pukul 20:49

      Terima kasih mas, atas apresiasinya 🙂

  16. 26 Maret 2011 pukul 20:12

    harusnya rama minta bantuan sama sungokong kan jauh lebih hebat:D
    Pak mau tanya kalo semar itu sebenarnya ada atau tidak?apa cuma karangan Sunan Kalijaga?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: