Beranda > seni budaya > Mengartikan Hidup secara Sederhana

Mengartikan Hidup secara Sederhana


Hidup_sederhana@Budaya_Masyarakat

Kita sering mendengar sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa “Hiduplah secara sederhana” ungkapan itu terdengar mudah, tetapi sulit untuk menterjemahkan secara konkret arti kalimat tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan kita.

Figur tokoh

Sourche image. indianews.org.in

Seorang tokoh sejarah dan negarawan tersohor dari India ialah Mahatma Gandhi, terkenal dengan anjurannya untuk hidup secara sederhana yang disebut “Swadhesi”. Ia mencontohkan pola hidup sederhana tersebut dalam kehidupan sehari-hari kepada rakyatnya. Misalnya dalam berpakaian, Mahatma Gandhi mengenakan pakaian yang sangat sederhana terbuat dari kain tenun tradisional hasil bangsa sendiri.

Hidup sederhana dapat diasumsikan sebagai berpola hidup sesuai kebutuhan dan kemampuan diri sendiri. Dengan demikian hidup sederhana untuk tiap-tiap individu tidak dapat disamakan. Sebagai contoh, seorang pengusaha sukses memiliki kolega bisnis yang luas, berasal dari dalam maupun luar negeri. Untuk itu ia memerlukan penampilan dan sarana pendukung yang sesuai dengan kebutuhannya. Dari mulai pakaian, sarana mobilitas, dan tempat untuk melakukan presentasi dengan rekanan bisnisnya yang eksklusif. Pengusaha tersebut berpenampilan demikian bukan karena ingin pamer tetapi memang karena tuntutan, demi kelancaran dan kesuksesan usahanya. Tak terbayangkan bagaimana jika pengusaha tersebut karena menerapkan pola hidup sederhana, menemui kolega bisnisnya dari luar negeri dengan pakaian lusuh, datang naik becak dan mengundang tamunya di warung remang-remang?

  • Ini hanya artikel asal tulis dari saya, yang bukan siapa-siapa … mungkin dianggap sok, ya …
  • Tapi  bukan maksud saya, untuk berceramah atau menggurui, hanya sekedar share.

Mungkin ada rekan sekalian yang berkenan menambah pencerahan, bagaimana arti hidup sederhana? Silakan share disini.

Iklan
  1. 6 Februari 2011 pukul 08:50

    Kain tenun hasil produksi sendiri di negeri kita justru mahal.. :mrgreen:
    Sederhana itu sih buat saiia ngga berlebih-lebihan, artinya sesuai porsi.. Kalau memang seorang businessman harus berpakaian rapi dan keren demi pekerjaannya, itu namanya bukan ‘tidak sederhana’ toh, itu tuntutan karir.. 🙂

    • 6 Februari 2011 pukul 19:21

      Iya yah, kain tenun tradisional kan lebih mahal … 🙂

      Salam sukses

  2. 6 Februari 2011 pukul 20:12

    aku pernah denger dari teman, ada orang cina kaya yang sampe sekarang berpakaian dari katun dan hidup sederhana,, karena memang dia memulai semuanya dari nol, gak tau deh apa pelit atau gimana … tapi ini lebih baik dari pada punya uang pas-pasan tapi lagak kaya orang kaya,, hingga buat gaya sampe utang sana-sini …

    maaf pak, panjang koment na .. hehehe 🙂

    • 6 Februari 2011 pukul 20:33

      Memang betul, yang teman fitr4y katakan.

      Bebas aja … panjang pendek ga’ majalah … 🙂

      Salam sukses

  3. 6 Februari 2011 pukul 21:15

    Selamat malam ! Mas buat artikel donk tentang tokoh2 wayangnya atau kisah tentang tokoh wayang tersebut.. Tukeran link yuk link blog Ratansolom sudah terpasang di blogroll link teman saya.

    • 6 Februari 2011 pukul 21:37

      Selamat malam juga, terimakasih, link blog lintasberita segera akan saya pasang di blogroll saya.

      Senang sekali jika semakin banyak yang menyukai wayang 🙂

  4. 7 Februari 2011 pukul 08:17

    hidup sederhana tidak mudah lho, apalagi masyarakat kita seperti hidap dalam tatanan yang “agak menyimpang”…
    yah, terlalu banyak di sekitarku, termasuk aku, ha… kerja gaji dua jutaan saja pake henpon lima jutaan… tobaaaaat….

    • 7 Februari 2011 pukul 08:59

      Nah lo, memang benar, saya sendiri juga sulit mengurangi gaya hidup yang konsumtif … 🙂

      Salam sukses

  5. 7 Februari 2011 pukul 08:26

    gimana kalo pergi ke kantor naek sepeda…pola hidup sehat dan sederhana…betul gak…heheheee…

    • 7 Februari 2011 pukul 08:50

      Betul sekali mas, san ikut berpartisipasi mengurangi kemacetan dan polusi udara … 🙂

      Salam sukses

  6. 7 Februari 2011 pukul 10:26

    dari kesederhanaan itulah akan mengalir suatu keindahan 🙂

    • 7 Februari 2011 pukul 10:46

      Bener mas, sederhana namun indah … 🙂

      Salam sukses

  7. 7 Februari 2011 pukul 13:05

    gandhi adalah inspirasi untuk hidup sederhana
    ajarannya: hartal, ahimsa, satyagraha
    nice post, fren.. salam sukses..

    sedj

    • 7 Februari 2011 pukul 18:23

      Tanks fren, kapan ya kita punya pemimpin yang berjiwa demikian? 🙂

      Salam sukses

  8. 7 Februari 2011 pukul 21:05

    ya.. hidup apa adanya aja..
    jangan berlebihan 🙂

    • 7 Februari 2011 pukul 21:29

      Ya, berlebihan akan berakibat pemborosan, dan tidak hidup sederhana 🙂

  9. 8 Februari 2011 pukul 18:19

    pola hidup sederhana agaknya sudah lama menjadi retorika di negeri ini, pak. mulai presiden hingga bupati/walkot pun sering berkata demikian. sayangnya, apa yang mereka katakan sama sekali tidak jumbuh dengan gaya hidup keseharian mereka. sederhana bukan berarti tampil lusuh dan acak2an, tetapi lebih pada bagaimana mereka bersikap dan berperilaku di mata rakyatnya. *doh kok jadi sok tahu saya, haks*

    • 9 Februari 2011 pukul 01:53

      Betul pak, retorika alias lagu lama … 🙂

      Salam sukses

  10. 9 Februari 2011 pukul 10:30

    Salam persohiblogan
    Lama tak nongol di dunia penuh warna ini

    Sahaja menurut saya adalah mandiri dan mampu memberi
    Sahaja menurut saya kaya namun rendah hati dan berderma 🙂

  11. 9 Februari 2011 pukul 12:36

    Trims , atas share yang mas berikan …
    Bisa menambah pencerahan … 🙂

    Salam sukses

  12. 10 Februari 2011 pukul 10:44

    sebenarnya apa sich maksa sederhana?…
    klo seorang yg hidupnya di lingkungan mewah, sehingga kemewahan itu sendiri menjadi kebutuhannya sehari-hari. apa kehidupannya sudah terbilang sederhana?…
    atau, kesederhanaan itu harus memiliki kesan miskin?…

    • 10 Februari 2011 pukul 18:50

      Jika kemewahan itu melampaui batas kebutuhannya, ya tetep tidak hidup sederhana mas …

      Semisal seseorang membeli mobil mewah 4 unit, padahal anggota keluarganya hanya 3 orang. Sederhana??

      • 11 Februari 2011 pukul 01:00

        4 mobil kan beda-beda fungsi gan…
        -mobil Mercidesben buat pergi bisnis…
        -mobil BMW buat ngantor…
        -mobil Toyota buat pepergian ma keluarga…
        -mobil box buat angkut barang…
        -mobil buat mancing blon ada tuch 😀

      • 11 Februari 2011 pukul 01:36

        Oke, saya apreciated hidup sederhana versi agan … 🙂

  13. 10 Februari 2011 pukul 17:41

    top markotop,

    sederhana itu lawan kata dari rumit, tidak berbelit-belit. inggih to Pak?

    • 10 Februari 2011 pukul 18:46

      O, ya … itu kalau di hubungkan dengan pelajaran IPA SD ya, pesawat sederhana >< pesawat rumit … 🙂

  14. 'Ne
    11 Februari 2011 pukul 08:02

    hmm sederhana mungkin tidak berlebih-lebihan ya, belanja segala sesuatu sesuai kebutuhan saja, tak perlu ikut2an beli teknologi terbaru jika hanya untuk gengsi semata, padahal fungsinya gak kepakai semua. bisa merasakan kesusahan orang lain dan berusaha membantu (sekecil apapun) itu lebih bermanfaat dan begitulah yang Gandhi juga lakukan..

    • 11 Februari 2011 pukul 09:49

      Bener Ne, itulah yang sulit untuk dihindari … demi gengsi semata 🙂

      Salam sukses

  15. 11 Februari 2011 pukul 16:25

    kalau diterapkan pada kehidupan seorang pengusaha susah >.< mereka bertemu klien harus tampil rapi..

    • 11 Februari 2011 pukul 20:24

      Ya, harus representatif … 🙂

      Salam

  16. 11 Februari 2011 pukul 16:54

    Menjadi pribadi yang bersahaja dan sederhana, juga menjadi impian, seperti panutan para tokoh besar dan sukses.
    Pada prinsipnya menyesuaikan dengan situasi, waktu, tempat dan kondisi yang ada.
    SALAM hangat dari Kendari. 🙂

    • 11 Februari 2011 pukul 20:23

      Terima kasih blitu atas pencerahannya … 🙂

      Salam sukses

  17. 13 Februari 2011 pukul 01:19

    kalau mau memakai produk sendiri itulah yang dinamakan kesederhanaan, karena tidak banayak diketahui orang produsi di negri kita ini kwalitasnya hebat

  18. 13 Februari 2011 pukul 14:20

    belajar menjadi lebih baik…
    jujur saya masih belum paham kemana arah hidup ini…

  19. 14 Februari 2011 pukul 15:47

    setuju saya! hudup sederhana lebih tentram dan lebih sehat, jauh dari sifat serakah

  20. 15 Februari 2011 pukul 18:41

    Padahal kalo di luar banyak orang yang jauh lebih sederhana daripada kita… mereka sebenarnya casual maunya, cuma dalam kondisi tertentu tetap harus formal… dan mereka profesional, saat harus formal ya formal, saat boleh casual, mereka akan sangat casual… 🙂 saya juga mulai belajar hidup sederhana, gak aneh2… gak berlebihan…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: