Beranda > seni budaya > Apapun yang kau pinta Adinda

Apapun yang kau pinta Adinda


Kematian Pandu@Cerita Wayang

Alkisah isteri Prabu Pandu yaitu Dewi Madrim sedang hamil muda. Seperti wanita yang lain, biasanya mempunyai keinginan-keinginan yang harus dituruti oleh sang suami pada saat hamil muda (ngidam). Konon keinginan itu merupakan keinginan si jabang bayi, dan akan berakibat kurang baik bagi bayi yang sedang dikandung jika keinginan itu tak dituruti. Namun  keinginan seorang wanita yang sedang ngidam, biasanya diluar batas kewajaran. Seperti permintaan Dewi Madrim kepada sang suami Prabu Pandu, berikut ini.

 

image shource DeVianArt

Dewi Madrim bersimpuh di bawah kaki Pandu dan memohon.

“ Duh … Kanda Prabu Yang Mulia, badan hamba terasa meriang, perut teras mual, ingin muntah saja rasanya, makan dan minum terasa tidak enak ..”

Prabu Pandu merasa iba melihat keadaan isterinya, kemudian bertanya.

“ Kanda maklum akan keadaan dinda yang sedang hamil muda, lalu … apa yang dinda inginkan?”

“ Hamba hanya ingin bertamasya …” Jawab Dewi Madrim.

“ Baiklah, kalau itu keinginan dinda, akan segera kusuruh abdi untuk siapkan kereta, dan kita berangkat sekarang juga …”

“ Tetapi …, hamba tidak ingin naik kereta …kanda.” Sahut Madrim

“ Lalu …, naik apa dinda?” Tanya Pandu

“ Hamba ingin bertamasya naik lembu Andini titihan Dewa …”

Tertegun Prabu Pandu mendengar permintaan Dewi Madrim. Sejenak berfikir, dan dalam hati berkata “ Aku akan meminjam Lembu Andini pada Sang Girinata, toh aku juga pernah dimintai tolong menjadi jagonya” . tanpa berfikir panjang lagi iapun  menyanggupi keinginan isterinya.

Tetapi ada satu keinginan lagi dari Dewi Madrim yaitu agar taman Kadilengeng diubah seindah taman Indraloka yaitu taman Kadewatan. Pandu juga menyanggupi keinginan isterinya itu. Prabu Pandu menugaskan saudaranya yaitu Yamawidura untuk merubah taman Kadilengeng, sementara Pandu sendiri berangkat ke Kaendran untuk meminjam Lembu Andini.

Para Dewa tercengang mendengar permintaan Pandu yang dianggap kurang ajar itu. Lembu Andini adalah kendaraan suci khusus bagi Dewa nomor satu  di Kadewatan. Tetapi karena dengan alas an untuk orang “ngidam” maka akhirnya permintaan itu dikabulkan. Namun pengabulan permintaan itu tidak free, melainkan disertai supata dari Sang Girinata.

“ Karena kelancangan dan sikap kekurangajaranmu Pandu, tiada hukuman setimpal selain neraka bagimu”. Bersamaan dengan itu bergetarlah bumi dan mendadak gunung meletus, angin puting beliung menerjang, ombak laut mengalun setinggi gunung, hujan badai disertai petir menyambar-nyambar. Menandakan bahwa alam semesta menyaksikan dan menyetujui supata Sang Girinata.

Dengan penuh kegembiraan Pandu menaiki Lembu Andini bersama Dewi Madrim. Melanglang buana sepuas hati mereka berdua. Sementara taman Kadilengeng telah disulap menjadi seindah taman Ekacakra di Kaendran. Didalam taman dilepaskan sepasang kijang hasil tangkapan Yamawidura.

Tak lama kemudian lahirlah putera Pandu dari Dewi Madrim. Dewi Madrim melahirkan anak kembar yang dinamai Nakula dan Sadewa. Ketika itu Pandu sedang berburu di hutan. Tergerak  hatinya untuk memanah ketika melihat rusa dibalik kerimbunan semak belukar. Dilepaskannya anak panah dan telak mengenai sasaran. Bahkan dua ekor rusa sekaligus. Rupanya sepasang rusa tersebut sedang memadu asmara ketika anak panah tiba-tiba melesat mengenainya. Tak disangka oleh Pandu ternyata rusa itu jelmaan dari sorang resi yaitu Resi Suhatra dan Rara Rago isterinya. mayat yang terkulai itu kemudian muksa bersama raganya, dan terdengar supata dari sang resi bahwa kelak Pandu akan menemui kematian disaat seperti dirinya. Bergetarlah hati Pandu mendengar supata itu.

Empat puluh hari kemudian Pandu dan Dewi Madrim sedang bercengkrama di taman Kadilengeng. Timbul hasrat birahi Pandu memandangi keelokan wajah dan tubuh isterinya setelah sekian lama menyimpan kerinduan karena sang isteri  mengandung dan baru saja melahirkan. Dan lupalah Pandu akan supata sang resi beberapa waktu yang lalu. Ketika adegan memadu asmara sedang berlangsung, kematianpun menjemputnya ketika ia berada di pelukan Dewi Madrim sang isteri. Yamadipati dating menyabut nyawanya dan langsung menempatkan Pandu di neraka jahanam.

Negara Hastina berduka, terlebih Dewi Madrim. Ia sangat menyesali akan perbuatannya. Untuk menebus kesalahannya ia berniat berbela pati saat Prabu Pandu diperabukan nantinya. Dengan sedih ia menitipkan kedua anaknya Nakula dan Sadewa kepada Dewi Kunti, sebelum ia naik ke pancake dan menerjunkan diri ke dalam api membara menemani sang suami yang dicintainya.

Iklan
  1. 31 Desember 2010 pukul 12:02

    aq tau cerita inii.. (dulu suka baca komik wayang jg.. hehe) walopun namaku dewi mudah2an ntar kalo hamil ngidamnya g aneh2.. hahahah.. 😛

    • 31 Desember 2010 pukul 14:30

      Oke Dewi, aneh-aneh juga ga papa, asal dapat mudah diwujudkannya 🙂

  2. 31 Desember 2010 pukul 13:13

    setia sehidup semati …. 🙂

  3. 31 Desember 2010 pukul 18:21

    Akankah itu yang dinamakan Cinta dinamakan Cinta sejati ????????? 😀

  4. 31 Desember 2010 pukul 20:03

    sebuah wiracarita kisah perjuangan cinta sejati…yang rela berkorban demi yang dicintai.
    SALAM hangat dari Kendari. 8)

  5. 1 Januari 2011 pukul 19:28

    sungguh tragis nasib pandu, pak. hidupnya harus berakhir ketika dia ndak sanggup menahan hasrat biologisnya. sebuah pelajaran berharga, betapa siapa pun tdk boleh mengganggu sepasang suami isteri yang tengah melepas hasrat seksualnya.

    • 2 Januari 2011 pukul 00:14

      Betul Pak, untuk yang satu ini memang harus bebas gangguan 🙂

  6. 5 Januari 2011 pukul 23:33

    selamat malam kang,
    akan tetapi anak2 dari pandu juga bertanggung jawab akan segera mengentaskan kesengsaraan bapak da ibunya……… dalam lakon pandu suwarga…….. mohon juga dipostingkan ceritanya
    salam rahayu

    • 5 Januari 2011 pukul 23:39

      Ok pak, akan saya tindaklanjuti … Tq

  7. 14 Januari 2011 pukul 11:36

    hmmm… kisah pandu dan madrimnya yang pencemburu
    namun setia mendampingi ke alam keabadian
    menyentuh sekali kang
    pandawa menjadi yatim dan terlunta-lunta
    tetap semangat… salam sukses..

    sedj

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: