Beranda > seni budaya > Ronda Malam

Ronda Malam


Semangat Obor Blarak@Budaya Masyarakat

Pada suatu ketika, rapat pertemuan warga RT dikampung saya. Seperti biasa acara dibuka dengan doa bersama, lalu dibacakan notula rapat bulan yang lalu. Warga yang hadir malam itu cukup banyak sekitar 89% dari forum. Saat dibacakan notula ada yang serius mendengarkan, ada pula yang berbicara dengan warga lain yang duduk bersebelahan.
Setelah beberapa acara berlalu tibalah acara yang biasanya ditunggu-tunggu, yaitu pembukaan doorprice dan arisan. Semua yang hadir antusias mendengarkan pembukaan doorprise yang dibeli dengan 1000 rupiah dapat 10 kupon, alias sebiji kupon harganya 100 rupiah, hehehe … murah kan? Jangan tanya wujudnya … Dengarkan celetuk beberapa orang berikut.
“ Ayo Pak segera dibaca, siapa yang dapat TV!”
Disambut gelak tawa warga
“ Iya, TV 12 inci lihatnya pake keker”
Makin seru gelak tawa warga
Setelah 3 nomor undian dibacakan dan tiga orang tembus nomornya, doorpricepun diberikan. Berupa bungkusan kertas koran berisi dua kemasan mie instan, yah lumayan.
Setelah arisan dibuka dan yang mendapat sudah menerima haknya, dilanjutkan acara lain-lain. Lain-lain malam itu dibahas mengenai menghidupkan lagi kegiatan ronda malam. Disepakati keputusan sebagai berikut :
1. Setiap kepala keluarga (bapak) mendapat jatah ronda seminggu sekali dengan anggota tiga orang warga tiap malam.
2. Datang pukul 22.00 dan diakhiri pukul 24.00
3. Saat ronda wajib :
a. mengumpulkan jimpitan dari tiap rumah warga (berupa uang 200 rupiah tiap malam)
b. mengisi buku laporan.
Acara pertemuan wargapun usai, ada beberapa warga yang masih melanjutkan duduk-duduk sambil berbincang ngalor-ngidul, dan yang langsung pamit juga tidak masalah ( termasuk saya).
Bagaimana tindak lanjut dari hasil kesepakatan tadi? Yah … betul sekali, seperti yang anda tebak. Pada hari-hari pertama semenjak disepakatinya keputusan tentang digiatkannya ronda malam, warga dengan giat melaksanakan kewajibannya. Setelah beberapa bulan kemudian petugas ronda satu demi satu “mretheli” yang datang hanya dua orang atau satu orang, bahkan ada beberapa malam yang kosong tidak ada petugas ronda sama sekali. Apakah di kampung anda juga demikian? ( Saya tidak menanyakan untuk perumahan yang dijaga tetap tiap malam oleh petugas ronda bayaran/Satpam)
Dan pada pertemuan warga yang terakhir (kebetulan saya berhalangan datang), disepakati uang jimpitan dikumpulkan sebulan sekali saat pertemuan warga sebesar 5000 rupiah.nah semakin jelas atau semaki tidak jelas nasib RONDA MALAM ? Silakan menjawab. Setelah selesai, jawaban segera dikumpulkan, waktunya terbatas! Hehe …

Image source : daengbattala.com

Iklan
  1. 20 Desember 2010 pukul 16:52

    qu agy ronda sore nih …

    gak tau pak,, di t4 qu ada ronda gak ya ?? pos ronda sih ada ..

    🙂

    • 20 Desember 2010 pukul 17:42

      Kayaknya , sering dibunyiin tuh kentongan di pos ronda …

  2. 20 Desember 2010 pukul 16:53

    istilahnya keren “mretheli” 😀

    • 20 Desember 2010 pukul 17:44

      “mretheli” alias lepas satu per satu hehe …

  3. 'Ne
    20 Desember 2010 pukul 22:54

    Masih ada ronda malam ya? dulu sih tempat saya juga masih sering ngadain ronda, tapi lama2 kegiatan itu menjadi hilang. mungkin mereka lebih memilih ronda di depan TV di rumah ya daripada harus keluar malam2 ditemani nyamuk.. padahal ronda malam kan juga termasuk budaya gotong royong masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.. bisa saling bercengkerama dengan sesama peronda..
    kayaknya sih makin ke sini makin hilang..

  4. 20 Desember 2010 pukul 23:03

    permisi mas saya numpang ronda malam disini…

    • 20 Desember 2010 pukul 23:15

      Ya, silakan … sudah bawa lotion anti nyamuk kan … hehehe

      • 25 Desember 2010 pukul 20:29

        masih tetap ngeronda nih, kok blum ada yang baru disini?.

      • 25 Desember 2010 pukul 22:10

        OK, belum Mas, yang baru lagi dalam proses … hehe

        Salam dari Solo

  5. 20 Desember 2010 pukul 23:57

    Sekarang rondanya di cakruk tempat saya saya pak.

  6. 21 Desember 2010 pukul 09:38

    sejak saya kecil budaya ngeronda malam kayak gini udah tidak ada lagi malahan pak, dan kalopun iu ada biasanya ya kalo pas ada musim maling.

    • 21 Desember 2010 pukul 12:39

      Yang musiman ternyata gak hanya durian ya …. hehehe

  7. 21 Desember 2010 pukul 10:20

    Sekarang budaya ronda di kampung saya udah ga jalan lagi, wilayahnya terlalu besar mungkin jadi pada malas.

  8. 21 Desember 2010 pukul 12:01

    saya juga paling males ronda
    pilih disuruh bayar uang keamanan saja
    soalnya kita kerja sampe malam dan melelahkan
    gak bisa optimal dipaksa ronda
    salam sukses..

    sedj

    • 21 Desember 2010 pukul 12:36

      Bagaimana warga RT sekalian?

      Setujuuuu!!

  9. 22 Desember 2010 pukul 01:16

    hehehehe sama kaya ditempat saya persis kaya itu, malah yang gak mau mutar ngambili jimpitan setor pake uang sendiri dari pada jauh berjalan hanya terkumpul 2400,
    maaf mas baru bisa berkunjung soalnya masih sibuk banget
    salam rahayu

    • 22 Desember 2010 pukul 10:00

      toas .. dong!

      Ok, sibuk nyiapin pegelaran sedalu natas ya …

      salam sukses dari Solo

  10. 22 Desember 2010 pukul 07:54

    Inget waktu di Kampung
    saya kadang suka ngeronda menggantikan Bapak yang lagi ke kota 😀

    • 22 Desember 2010 pukul 09:57

      ngeronda sambil merajut syair puisi, di temani angin malam yang mendayu … ya

      • 26 Desember 2010 pukul 22:52

        Sekarang lagi meronda di rumah setelah posting 😀

  11. 22 Desember 2010 pukul 09:14

    wah jadi kangen pngen ngeronda nih 🙂

    • 23 Desember 2010 pukul 07:20

      Ok, nanti bisa diusulkan di pertemuan warga RT ya, mas …

      Salam dari Solo

  12. 22 Desember 2010 pukul 21:24

    ngeronda dulu ah… 🙂

    • 22 Desember 2010 pukul 21:34

      Silakan … tapi jangan ketiduran di Pos Ronda ya …

  13. 23 Desember 2010 pukul 01:01

    sistem rondanya hampir sama dengan di kampung saya, pak. jimpitan menjadi pekerjaan wajib. lalu ngobrol2 di pos ronda. rapatnya kalau di tempat saya ndak ada doorprize-nya.

    • 23 Desember 2010 pukul 06:50

      Ok, syukur Pak Sawali kalo Ronda malamnya masih jalan …

      Salam

  14. 23 Desember 2010 pukul 06:24

    kayaknya tradisi ronda sudah tidak pernah berjalan efektif lagi Mas..padahal manfaatnya bagus untuk kebersamaan warga…

  15. 23 Desember 2010 pukul 06:43

    Di perumahan saya di Surabaya, udah ada satpam, jadi kami warga gak ronda lagi. Memang individualistis sih…. 😐
    Tapi, dulu, waktu kerusuhan Mei 1998, kami warga serempak ikut jaga sukarela setiap malam. 😀 Saya lupa berapa lama, tapi yang pasti cukup lama juga setiap malam kami berjaga-jaga, sampe aman. 🙂

    • 23 Desember 2010 pukul 07:06

      Semoga ga’ terjadi kerusuhan lagi, ya mas …

      Tapi boleh kan ikut ronda bersama pak Satpam … hehehe

      Salam

  16. 23 Desember 2010 pukul 06:53

    Betul bli, memang sangat disayangkan …

    Perlu dibangkitkan lagi semangat kegotong-royongan masyarakat.Tq

    Salam dari Solo

  17. 23 Desember 2010 pukul 11:14

    pasti rame di awal aja.. hahaha

    • 23 Desember 2010 pukul 12:03

      betul Mas, rame diawal-awal …

      Salam

  18. 23 Desember 2010 pukul 14:12

    Ronda malam…duh paling gak bisa gw kalo yg itu haha…
    secara bukan warga asli….hahhaaa

    • 25 Desember 2010 pukul 11:10

      Yang penting kebersamaan ga memandang asli atau bukan …. hehehe

  19. 24 Desember 2010 pukul 12:55

    Dulu di tempat saya pas lagi musim maling tiap malam ronda.
    tapi sekarang sudah jarang ronda, paling cuma anak muda pada nongkrong.
    dan diadakan denda bagi yang tidak datang ronda!
    Bali Villas Bali Villa

  20. 25 Desember 2010 pukul 22:12

    Masih ingat waktu kecil dulu. Setiap bapak ada giliran ronda, saya jadi tidak bisa tidur karena ketakutan dirumah sendiri.. 🙂

    • 25 Desember 2010 pukul 22:28

      Wah, jadi ingat kenangan lama ya Mas …

      Salam dari Solo

  21. 28 Desember 2010 pukul 10:53

    ya spt itulah semangat juga iman. naik turun.jadi motivasi harus terus diberikan. itulah kenapa orang islam disuruh shalat setiap hari, biar imannya tetap stabil. salam kenal ya, ini ada undangan lomba ngeblog dari belajar inggris dot net berhadiah jutaan. terima kasih 🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: