Beranda > seni budaya > Spontanitas Menyanyi

Spontanitas Menyanyi


Sriwedari@Kenangan Lama

Tiba-tiba terbersit kenangan masa remaja, saat itu hari Minggu Taman Sriwedari masih ramai pengunjung. aku dan teman-teman iseng main di situ. Berjalan ditepi segaran. Melihat perahu boat yang membawa penumpang mengelilingi danau buatan. Di tengah segaran ada sebentuk pulau, dan disitu berdiri kokoh bangunan bundar tidak berdinding. Di tempat ini biasa dipentaskan aneka kesenian. Ketika itu yang mengisi pentas adalah grup “ Cong Ce” nama beken  intuk kelompok pemusik keroncong yang pemainnya maaf, tuna netra.

Aku bersama teman duduk di sekitar podium, mendengarkan lagu-lagu keroncong yang mendayu-dayu itu lama-kelamaan kok terasa bosan. Entah angin apa yang membisikkan, serta-merta timbul keinginan untuk menghidupkan suasana. Aku mendekat ke salah seorang pemain di jeda sebuah lagu.

“ Maaf ..Pak, bolehkah saya menyumbang sebuah lagu? “ tanyaku

“ Boleh saja nak, mau nyumbang lagu apa? “ kata bapak itu balik nanya

Akhirnya dengan lobi yang sedikit a lot, saya diijinkan untuk menyanyikan lagu yang sebenarnya bukan lagu keroncong. Lagu itu milik Mamik Slamet yang saya sukai syairnya. Kalau tidak salah demikian bunyinya:

Liku-liku kesedihan kualami

Liku-liku pengalaman pernah ku jalani

Sampai saat sinar terang yang ku dapat kini

Hanyalah tabahku berjuang

Dalam terik matahari ku bekerja

Bawah atap langit, aku tidur sementara

Namun doaku selalu tak kan pernah lupa

Inilah kurnia untukku

Ref :

Syukur pada Mu

Puji untuk Mu

Hari indahku

Jadi kenyataan

Ketika membayangkan kenangan, tak terasa aku bergumam menyenandungkan lirih lagu itu. Teringat ketika aku turun dari pentas, seorang gadis di belakangku tiba-tiba menyenandungkan lagu itu, menggodaku. Dan rona merah menghiasi wajahku. Malu …

(sumber gambar DevianART)

Iklan
  1. 27 November 2010 pukul 11:55

    Mas Haris,

    Membaca posting terakhir ini menunjukkan mas Haris seorang yang hobby menyanyi atau mungkin malah seorang penyanyi. Masa itu belum tertarik style keroncong. Karena kalau perbendaharaan lagu keroncongnya cukup banyak tentu akan menyanyikan lagu2 keroncong atau langgam maupun stambul yang senafas dengan lagunya Mamiek Slamet. style pop. Masalahnya jelas kalau yang dinyanyikan mas Haris misalnya keroncong stambul belum tentu nyambung dengan gadis tadi, kecuali kalau ia juga penghoby berat style keroncong. Masyarakat Indonesia jaman ini kebanyakan sangat awam tidak bisa membedakan keroncong asli, langgam keroncong dan stambul. Gadis tadi apa dia isteri mas Haris yang sekarang? Haiyaaaaa

    • 27 November 2010 pukul 23:30

      Saya hanya penggemar musik biasa, bukan penyanyi tapi suka menyanyi. Mengenai gadis tadi, …wah Eyangkung bisa aja … saat itu saya masih berumur belasan tahun, jadi kata orang belu gaduk kuping (kuping jerapah kalee … hi..hi ..).

  2. 27 November 2010 pukul 13:49

    Mas Haris saya baru saja menulis komentar panjang di menu ‘seni budaya’ blog ini. Disitu kelihatannya baru saya yang komentar. Intinya sebuah gagasan saya untuk upaya pelestarian dan pengembangan budaya bangsa khususnya seni-budaya wayang dengan langkah2 khusus. Tolong dibaca dan ditanggapi. Maturnuwun

    • 27 November 2010 pukul 22:49

      Matur nuwun rawuhipun, lan sendika dhawuh … Yang

  3. 28 November 2010 pukul 14:05

    Orang yang senang menyanyi biasanya tidak melewatkan kesempatan semacam itu. Ia cenderung kepingin berpartisipasi dengan menyumbangkan lagu…

    Teman2 saya yang hobi dan senang nyanyi senang melakukan itu mas…

    • 28 November 2010 pukul 18:04

      Betul Mas, ada perasaan menggelitik untuk melakukan itu …
      Terimakasih atas kunjungannya …

  4. 'Ne
    28 November 2010 pukul 19:46

    wah selain pandai menulis juga pandai menyanyi juga hehe.. tapi begitulah ketika orang mencintai seni 🙂

  5. 28 November 2010 pukul 20:04

    Wah..wah … bikin aku besar kepala aja, atas sanjunganmu Ne, … btw makasih atas Comentnya …
    Salam hangat dari Solo …

  6. 29 November 2010 pukul 06:12

    alo salam kenal 🙂
    kunjungan balik
    btw tukeran link yuk 😀
    ditunggu kabar baiknya ya 🙂

  7. 29 November 2010 pukul 07:21

    membayangkan suara merdu
    menyanyikan lagu indah….
    nyanyi lagi ya Kang…
    salam sukses..

    sedj

  8. 29 November 2010 pukul 09:24

    ceileeee,
    pake malu2 sih…
    hihihi….
    😀

    pa kbr sob?

  9. 29 November 2010 pukul 14:16

    Kenangan masa lalu, yang sangt indah nih. soal lagu keroncong, saya kok malah gak ada yang ku tahu sama sekali ya. duh, menyedihkan nih…, hhe :mrgreen:

  10. 29 November 2010 pukul 20:21

    Cieeee…
    Hahaha 🙂

  11. 29 November 2010 pukul 22:18

    Mas Haris saya sudah mengirim email tentang tindak lanjut pengembangan dunia wayang. Silakan dibuka dan minta konfirmasinya. Terima kasih

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: