Beranda > seni budaya > Cupumanik Astagina @ Cerita Wayang II

Cupumanik Astagina @ Cerita Wayang II


Anjani, Guwarsi, Guwarsa dan Jembawan tetap melanjutkan pencarian benda pusaka yang dilemparkan oleh Resi Gotama. Sampailah mereka ke tepi sebuah telaga, dan memperkirakan benda itu jatuh ke dalam telaga.  Bertiga  Guwarsi, Guwarsa dan Jembawan mendekati telaga dan tak ayal lagi meloncat masuk kedalamnya. Maka berubahlah wujud mereka seketika itu juga menjadi kera.

Sumber gambar unduh: DevianART

Guwarsa  merasa terganggu dengan kehadiran seekor kera yang dianggapnya menghalangi pencarianya. Maka diseranglah kera itu sejadinya. Sebaliknya Guwarsi juga tak kalah gusarnya dengan sebentuk kera yang menyerangnya. Pertempuran hebatpun terjadi. Masing-masing mengeluarkan kehebatannya. Sementara Kapi Jembawan yang mengamati dari kejauhan merasa heran ada dua ekor kera bertarung, tetapi suaranya sudah tidak diragukan lagi seperti junjungannya. Jembawan menghampiri keduanya dan segera menyapa.

” Tuan Guwarsi, dan tuan Guwarsa …” , sapa Jembawan.

Merasa ada yang memanggil, kedua ekor kera itu menghentikan perkelahiannya. Dan menoleh kepada Jembawan yang menyapanya. Sadarlah mereka bahwasanya telah beralih wujud menjadi manusia kera. Bertiga mereka saling berangkulan menangis bersahutan dan menuntaskan kesedihan mereka  karena malapetaka yang menimpa.

Anjani yang datang belakangan merasa senang karena melihat telaga yang berkilauan warna airnya. Untuk melepaskan kepenatan, ia julurkan kakinya kedalam telaga kemudian membasuh mukanya dengan air telaga itu sepuasnya.  Anjani terkejut bukan kepalang dan menangis sejadinya  ketika melihat tangan, kaki dan wajahnya telah berubah serupa tangan,kaki,dan rupa kera. Setelah masing-masing mengetahui adanya kutukan dahsyat yang menimpa mereka, dengan sedih dan ratap tangis penyesalan, mereka kembali ke pertapaan.

Resi Gotama yang waskita dengan tenang menerima kedatangan ketiga putranya yang telah berubah wujud menjadi kera . Dengan arif bijaksana, Resi Gotama menasehati dan memberi wejangan kepada mereka. Resi Gotama menyuruh mereka bertiga menyucikan diri dengan bertapa agar memperoleh ampunan dosa dan anugerah dari Dewata.

Guwarsa (Subali) diperintahkan untuk melakukan  ‘tapangalong’ bergantungan di atas pepohonan seperti kalong (kelelawar). Guwarsi (Sugriwa)  ‘tapa ngidang’ mengembara dalam hutan seperti kijang, sedang Anjani ‘tapa ngodhok’ berendam di air meniru katak di tepi telaga Madirda. la tidak boleh makan kalau tidak ada dedaunan atau apapun yang masuk sendiri ke mulutnya.
Beberapa tahun berialu, dikisahkan Batara Guru sedang  melanglang buana dengan naik lembu Andini. Ketika melewati telaga Madirda dilihatnya Anjani yang sedang bertapa dengan tubuh  kurus kering, timbul rasa belas kasihannya, maka dipetiknya dedaunan sinom (daun muda pohon asam), dilemparkan ke arah telaga dan mengalir seturut air masuk ke mulut Anjani. Anjanipun tak melewatkan kesempatan itu untuk memakannya, dan … keajaibanpun terjadi, Anjani  hamil karena makan sinom tersebut.
Setelah tiba saatnya, bayi yang dikandungnya akan lahir dalam ujud kera berwarna putih sekujur badannya. Bayi itu kemudian diberi nama Hanoman, kelak menjadi senapati andalan Prabu Ramawijaya dalam perang besar dengan negara Alengka.

Iklan
  1. 20 November 2010 pukul 07:20

    hmm … makin penasaran saya dengan asal-usul hanuman yang menghebohkan dunia pewayangan itu, mas.

    • 20 November 2010 pukul 09:08

      Ya Pak, Hanoman memang tokoh paling menghebohkan di dunia pewayangan …

      Rasanya hanya Hanoman, tokoh yang mengalami kehidupan sejak jaman Ramayana hingga Mahabarata …
      Salam

  2. 21 November 2010 pukul 06:55

    Lama nggak kesini udah ganti baju, lebih fresh….

  3. 21 November 2010 pukul 06:59

    DevianArt, karyanya keren2 lho…

    *halah malah komentar yg lain*

    Lanjut baca dulu…

  4. 21 November 2010 pukul 07:01

    OOOOh, jadi itu asal-usul Hanoman…..

    • 21 November 2010 pukul 07:42

      Terimakasih atas Brondongannya … he.. he …

  5. 21 November 2010 pukul 23:07

    menarik
    salam hangat dari blue

    • 22 November 2010 pukul 12:13

      Terimakasih …
      salam hangat kembali

  6. 22 November 2010 pukul 21:25

    Oo………, gitu to, asal-usulnya. baru paham dengan jelas sekarang 🙂

  7. 23 November 2010 pukul 06:56

    asyik pak menyimak cerita ini…untung gak ketinggalan…

  8. 23 November 2010 pukul 12:45

    kisah yang ditunggu..
    disinilah bermula Hanoman sang pahlawan kebenaran
    salam sukses, thanks kisah menariknya

    sedj

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: