Beranda > Beranda > Benda Pusaka yang Membawa Petaka

Benda Pusaka yang Membawa Petaka


Cupumanik Astagina @ Cerita wayang

Tersebutlah  sebuah pertapaan yang disebut dengan Gunung Sukendra dihuni oleh Resi Gotama dan keluarganya. Resi Gotama seorang resi yang sekti mandraguna, bahkan karena kesaktiannya ia sering dimintai tolong oleh para dewa untuk menyelesaikan suatu perkara. Dan berkat jasa baktinya itu, Resi Gotawa mendapatkan anugerah berupa seorang bidadari untuk dipersuntingnya sebagai isteri, Dewi Windradi namanya. Dari perkawinannya dengan Dewi Windradi Resi Gotama dikaruniai tiga orang anak satu perempuan dan 2 laki-laki ialah Dewi Anjani, Guwarsa (Subali) dan Guwarsi (Sugriwa).

Unggah Gambar sumber:Devianart

Bertahun-tahun keluarga Resi Gotama hidup bahagia bersama isteri dan ketiga orang anaknya hingga suatu ketika sebuah benda yang merupakan ”benda rahasia”,  menjadi ujung  tercerai-beraikannya kebahagian suatu keluarga. Berawal dari keributan ketiga orang anaknya memperebutkan sebuah benda, terungkaplah jalinan kisah perselingkuhan antara Dewi Windradi dengan Bathara Surya. Karena rasa kesepian yang berkepanjangan bersuamikan seorang resi tua, Dewi Windradi tergoda oleh panah asmara yang diluncurkan oleh Bethara Surya. Rupanya Bethara Surya dengan kepiawaianya menaklukan wanita telah mengamati berulangkali ketika Dewi Windradi sedang berjemur telanjang mandi sinar matahari. Bethara Surya adalah Dewanya Matahari jadi bisa dengan leluasa ia mengamati dari angkasa tubuh polos Sang Dewi. Jalinan asmara itu terukir selama bertahun-tahun tersimpan dengan rapi tanpa sepengetahuan Resi Gotama.

Dari hubungan cinta rahasia itulah Dewi Windradi mendapat cinderamata berupa benda pusaka yang berbentuk cupu. Cupu bukan sembarang cupu melainkan benda pusaka kadewatan yang orang biasa tidak boleh memilikinya. Benda itu dapat mempertontonkan keindahan taman surga ketika tutup cupu itu dibuka dengan khasiatnya yang dapat mewujudkan apapun keinginan pemiliknya. Kecerobohan Dewi Windradi memberikan cupu itu kepada puteri terkasihnya, Anjani menjadikan malapetaka yang berkepanjangan di keluarga itu.

Kembali ke perebutan benda rahasia Cupumanik Astagina. Ketika Anjani sedang mengamati benda pusaka itu, diketahui oleh kedua saudaranya Guwarsa dan Guwarsi. Melihat kakaknya asyik menikmati benda yang kalau sekarang mungkin HP BB dengan kualitas gambar sekian pixel, entah gambar apa yang sedang ditampilkan, menjadikan kedua saudaranya penasaran juga ingin melihatnya. Anjani bersikeras mempertahankan benda pemberian ibunya hingga menangis dan lari mengadukan kepada ibunya, sementara Guwarsa dan Guwarsi mendatangi ayahnya untuk mengadu pula. Bahkan tidak sekedar mengadu, Guwarsa dan Guwarsi menuduh ayahnya bertundak tidak adil karena hanya memberikan benda pusaka itu kepada Anjani. Masygul hati Resi Gotama mengalami peristiwa itu. Serta merta diperintahkan abdi setianya Jembawan untuk memanggil Anjani dan Dewi Windradi menghadap.  Dengan berterus terang karena takutnya, Anjani menuturkan bahwa benda itu pemberian ibunya. Resi Gotama dengan penuh kesabaran menanyakan perihal asal mula benda itu ada pada Dewi Windradi isterinya. Namun dengan membisu seribu bahasa Dewi Windradi tak memberikan jawaban semestinya kepada suaminya. Habis sudah kesabaran Resi Gotama, maka keluarlah kutukan sakti bahwa karena diam membisu seperti batu jadilah Dewi Windradi sebuah tugu dan dilemparkan tugu batu itu jatuh di taman Argasoka kerajaan Alengka, baru terbebas dari kutukan itu kelak setelah digunakan tugu itu untuk menghantam kepala raksasa pada peristiwa perang besar antara Alengka dengan pasukan kera Ramawijaya.

Kemudian Resi Gotama mengambil Cupumanik Astagina yang menjadi biang keributan itu, berpesan siapa yang dapat menemukan benda ini ialah pemiliknya, dengan kesaktiannya dilemparkan cupu itu ke udara. Melesat melewati bukit dan pepohonan seakan bola terbang dalam film Harry Potter, cupu itu terbelah dua bagian satu bagian jatuh di negara Ayodya menjadi Telaga Nirmala, sedangkan tutupnya jatuh di tengah hutan menjadi telaga Sumala. Dewi Anjani, Guwarsi, Guwarsa dan Jembawan yang lari mengejar benda kadewatan tersebut telah kehilangan jejak. (bersambung)

Iklan
  1. 15 November 2010 pukul 05:46

    demikianlah simbul hikmah, agar kita tidak terlalu terikat dengan benda keduniawian.

    • 15 November 2010 pukul 05:47

      Terimakasih ya Mas…ditunggu kelanjutan ceritanya.
      SALAM dari Kendari…

    • 15 November 2010 pukul 21:20

      Terima kasih kembali Bli …
      Di dunia memang hanya sementara, berbuat amal sebanyak mungkin untuk bekal di kehidupan yang langgeng …
      Salam hangat dari Solo

  2. 15 November 2010 pukul 06:23

    suka menyimak cerita seperti ini…kalau yg sugriwa subali pernah denger, tp yg ini blm…emg panjang bgt ya pak ceritanya…

    • 15 November 2010 pukul 21:23

      Rasanya bisa Ya, bisa tidak ….
      Kalo diceritakan runtut sampai perang Alengka, ya panjang banget … he …he …
      Salam dari Solo

  3. 15 November 2010 pukul 19:56

    wah….mantabs ni ceritanya….
    ditunggu lanjutannya Mas….

    • 15 November 2010 pukul 21:12

      Oke, sesegera mungkin dilanjut … Terimakasih

  4. 16 November 2010 pukul 07:26

    Ceritanya mantab dan sarat dengan berbagai hikmah yang bisa kita petik.
    Selamat pagi

  5. 16 November 2010 pukul 13:01

    cerita wayang selalu menarik
    kita tunggu lanjutannya
    sampai ke kisah Anoman..
    salam sukses..

    sedj

  6. 16 November 2010 pukul 15:35

    kisah ttg cupumanik astagina ini memang selalu menarik, mas. di situ terjadi pertarungan antara kesetiaan, keperkasaan, dan pengabdian. tiba2 inget ketika resi gotama sedang menuntaskan amarahnya. salam kreatif.

  7. 17 November 2010 pukul 11:52

    Wah, bersambung yach, kayak sinetron jadinya…. btw tks kunjungannnya….. salam dari Sda

  8. 18 November 2010 pukul 21:24

    Kisah dalam dunia pewayangan adalah sebenarnya wayangan=bayangan kisah hidup manusia dari dulu sampai dengan sekarang. Yang bikin petaka sebenarnya bukan pusaka itu sendiri, melainkani orang-orang yang terkait dengan pusaka2 itu karena tingkah lakunya yang menumbuhkan kesulitan dan bencana bagi dirinya dan bagi orang lain.
    Mas Haris kisah BB. Kombayana yang menghamili seekor kuda itu juga cukup menarik. Sudah pernah diposting di blog ini belum?

  9. 'Ne
    23 November 2010 pukul 18:14

    banyak pesan yang terkandung di dalam kisah ini..
    saya suka sekali kisah2 di blog ini hanya saja jarang memiliki kesempatan untuk setiap hari berkunjung 🙂
    salam..

  10. 23 November 2010 pukul 22:17

    enak juga ya, kalau jadi Bethara Surya :D. Saya suka cerita-cerita seperti ini, selalu menarik untuk disimak dan mengandungi pesan moral, ditunggu lanjutannya sob.

  11. 29 November 2010 pukul 22:59

    alo salam kenal 🙂
    btw tukeran link yuk 😀
    ditunggu kabar baiknya ya 🙂

  12. 29 November 2010 pukul 23:00

    salam kenal mas 🙂
    tukeran link yuk 🙂

    • 19 Desember 2010 pukul 13:35

      Salam kenal kembali …

      Boleh..boleh

  13. 19 Desember 2010 pukul 13:27

    mirip2 keris mpu gandring, pusaka pembawa petaka.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: