Beranda > Tak Berkategori > Keselarasan Alam Inikah …

Keselarasan Alam Inikah …


Hujan abu @ Perjalanan ke Jogya

Sabtu tanggal 30 Oktober 2010 pagi, rombongan kami berangkat dari solo. Suasana ceria menghiasi wajah rekan-rekan kerjaku yang akan melakukan kunjungan wisata ke Jogjakarta. Rencana wisata ini sudah dibuat jauh hari sebelum Merapi menunjukkan aktifitasnya, jadi karena semua sudah terprogram dan pos-pos panitia sudah dijalankan, jadi deh kita berangkat. Obyek yang menjadi tujuan rombongan kami adalah pertama Pantai Waru, dilanjutkan ke Kasongan, dan terakhir jalan-jalan di Malioboro.

Sumber gambar Green Twist 3

by ~RaniJean

Perjalanan lancar-lancar saja, sementara langit mendung dengan gumpalan awan hitam menyiratkan tak lama lagi bakal turun hujan.. Di dalam bus dengan AC yang kelewat dingin dan jaketku kutinggal di kendaraan pula, tubuhku jadi terasa agak kedinginan. Yach …, tak mengapa daripada  kepanasan mending kedinginan kan?

Memasuki kota Jogya, dari dalam bus terlihat banyak orang memakai masker untuk menutup hidungnya baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor menutupi bagian wajah dengan masker. Hujan abu sebagai dampak dari erupsi Merapi rupanya sedang terjadi di Jogyakarta. Setelah beberapa saat baru kusadari ternyata teman-teman rombongan dalam bus pada mengenakan masker pula, huft … mereka ternyata sudah menyiapkan dari rumah. Terpaksa aku gunakan tisue untuk menutuh hidungku, jadi ga nyaman nih di perjalanan.

Ketika aku melihat jam dari HP ku disitu ada pesan, ternyata dari rekan memberitahukan bahwa di Jogya sedang hujan abu dan berpesan supaya membawa masker. Sial … mengapa tak kubuka di rumah tadi …

Menuju pantai waru perjalanan agak tersendat karena jalan ke pantai itu belum sesuai untuk akses kendaran seukuran bus, sehingga beberapa kali terhenti di tikungan yang agak tajam dan berjalan pelan dengan aba-aba salah satu crew bus wisata itu.

Tidak seperti pantai Parangtritis, pantai Waru ditumbuhi kerimbunan pohon cemara laut berjajar di sepanjang tepi pantai. Lokasi pantainya tidak landai dan ombaknya agak besar , kurang cocok mengajak anak-anak bermain di pantai ini. Untuk mengantisipasi jika anak-anak ingin bermain air, di atas dibuat kolam-kolam dangkal dengan alas terpal plastik mirip kolam renang. Dengan ongkos beberapa ribu, anak-anak dapat bermain sepuasnya di kolam berair tawar itu. Ada juga penyedia jasa kendaraan bermotor pantai dengan tarif 100 ribu/jamnya.

Kami serombongan kecil berjalan menyusuri tepi pantai di bawah kerimbunan cemara dan sejenak melepas pandangan ke laut bebas. Guyuran abu meski agak tipis turun juga di sekitar lokasi pantai ini. Terik matahari menyengat ketika kami berjalan kembali menuju bus.

Bus meninggalkan pantai menuju Kasongan, menyusuri jalan sempit lagi. Sampai di jalan besar bersamaan dengan turun hujan cukup deras, menyapu abu yang ada di atap-atap rumah dan dedaunan. Kasongan merupakan sentra home industri keramik terkenal di Yogyakarta. Berbagai macam bentuk keramik dipajang di sepanjang jalan. Sayangnya masih hujan ketika kami turun di obyek  wisata ini jadi hanya beberapa stand yang kami singgahi.

Kami melanjutkan perjalanan menuju Malioboro. Di sini ternyata tidak hujan, banyak orang pakai masker lagi dan abu Merapi agak tebal di sepanjang jalan. Abu mengepul saat kendaraan melintas, wah … jadi gak enak nih … wisata. Maunya jalan-jalan jadi surut. Kami menunggu saja di parkiran sementara ada beberapa teman tetep ingin menyusuri Malioboro dalam hujan abu.

Jam setengah lima sore seperti waktu yang telah disepakati, rombongan sudah memasuki bus. Hujan turun dengan deras mengantarkan keberangkatan bus kami.

Semua hanyalah keselarasan alam, sesuai kehendak Sang Maha Kuasa. Erupsi Gunung Merapi, hujan abu, hujan yang membasuh abu, silih berganti sepanjang waktu.

Dalam bus saya termenung, membayangkan duka nestapa korban letusan Merapi. Semoga mereka yang meninggal dunia diberikan tempat di sisi Nya, sesuai dengan amal baktinya. Bagi korban yang ditinggalkan sanak saudaranya semoga diberi ketabahan dan selamat di pengungsian, ketika gunung Merapi sudah mereda, mereka dapat beraktifitas lagi seperti biasa.

Bus tiba kembali di kota Solo dalam keadaan selamat, belum turun hujan.

Iklan
Kategori:Tak Berkategori Tag:, , , ,
  1. 31 Oktober 2010 pukul 12:00

    Betul MAs, alam semesta dengan hukum naturalnya yang absolut, telah mengatur dengan serasi dan selaras, apa yang terbaik bagi kehidupan di dunia ini.

    SALAM Hangat kami dari Kendari… 8)

    • 31 Oktober 2010 pukul 19:55

      Iya Bli, semoga keselarasan alam semesta membawa negeri kita segera tenteram kembali …

  2. 31 Oktober 2010 pukul 18:11

    ya memang penting sekali keselarasan alam itu , coba kalo tidak selaras pasti berakibat buruk bagi kehidupan manusia.

  3. 1 November 2010 pukul 08:44

    Semoga saudara-saudara kita yang tertimpa musibah diberi keikhlasan dan ketabahan

  4. 2 November 2010 pukul 00:15

    Segala sesuatu diciptakan Tuhan bukan dengan cara kebetulan, melainkan sesuai dengan tujuan dan keselarasan hukum alam 😀

    • 2 November 2010 pukul 04:42

      Benar sobat, Tuhan adalah Maha Master Programer dari Alam semesta dan seisinya … Tanks

  5. 2 November 2010 pukul 07:49

    semoga perjalanan kita selalu mendapat perlindungan Tuhan
    bencana merapi adalah peringatan bagi kita
    agar kita lebih bijaksana berinteraksi dengan alam semesta
    salam sukses… tetap semangat..

    sedj

    • 2 November 2010 pukul 11:42

      Semangat! Bos, sikap ramah terhadap alam akan dibalas dengan keramahan, sebaliknya pun demikian … Tanks

  6. 2 November 2010 pukul 08:12

    Kita bisa membantu mereka, tak hanya ewat do’a

    Salut atas kepekaan hatimu 🙂

    • 2 November 2010 pukul 11:39

      Betul gan, bantuan secara konkret dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di pengungsian … Tanks

  7. 2 November 2010 pukul 11:06

    wah, kebayang pasti gak enak jalan-jalan di antara hujan abu… Mas beruntung bisa menyaksikan langsung bagaimana Tuhan membisikkan pesan… 🙂

    • 2 November 2010 pukul 11:37

      Pesan itu sangat indah, tentunya … Tanks

  8. 3 November 2010 pukul 18:26

    Pantai waru? Baru dengar saya. Yang lain pernah saya kunjungi, termasuk Kasongan.
    Salam hangat dari Pekalongan.

    • 4 November 2010 pukul 23:21

      Kayaknya memang obyek wisata yang baru di rintis, Pak …
      Tanks atas kunjungannya

  9. 3 November 2010 pukul 22:20

    mantab abis dech wisatanya…
    jadi pengen maen ke joga tuch, tapi…. takut kena culik 😀 hehehe

    • 4 November 2010 pukul 07:49

      Silakan, mampir ke Solo habis ke Jogya ya …

  10. 5 November 2010 pukul 11:37

    semoga mereka yang tertimpa bencana diberi ketabahan dan kesabaran

    • 5 November 2010 pukul 15:22

      Ya, kepedulian kita semoga mengimbas kepada sesama untuk turut mengulurkan tangan dan membantu semampu kita … Tanks

  11. 6 November 2010 pukul 05:47

    Maaf mbak, baru sempat mampir disini. Gak marah kan, he….he….he… pasti gak marah asal tali sil;ahturahmi tetap terjalin 😆 oa ya mbak, sudag tak siapin kursi sofa untuk sekedar duduk sambil minum kopi. :mrgreen:
    Btw, hujan abunya sudah sampai di banung sekarang. Saya turut prihatin dengan semua bencana yang telah terjadi, semoga yang mengalami cobaan di berikan ketabahan lahir batin.
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    • 6 November 2010 pukul 07:46

      Ma kasih … sungguh nyaman duduk di sofa anda, tapi saya pak lho bukan Mbak he … he …
      Salam hangat persahabatan dari Solo

  12. 6 November 2010 pukul 10:32

    Asli Solo ya sobat?

  13. 28 November 2010 pukul 14:12

    yang bener Pantai Kwaru, Pak…bukan pantai Waru

    kapan2 klo ke sana lagi mampir pak, rumah saya cuma beberapa kilo dr situ, hehe….

    • 28 November 2010 pukul 18:00

      O ya, terimakasih atas koreksinya …
      Senang sekali kalau kesana lagi, dan mampir di rumah Mba’

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: