Beranda > Tak Berkategori > Cinta yang Terlarang II

Cinta yang Terlarang II


Dua sejoli yang sedang dimabok asmara. Tak menghiraukan bahaya yang tengah menghadang di depannya. Memasuki kawasan puri keputren tanpa ijin adalah larangan besar, apa lagi seorang pria yang bukan keluarga istana, hukuman mati adalah sanksinya.

Malam yang penuh gelegak asmara telah mereka lalui berdua, tanpa diketahui oleh penjaga dan emban yang ada di istana. Dalam hati Raden Pabelan juga terbersit rasa takut jika aksinya yang tak senonoh ini diketahui oleh penghuni istana, tetapi nafsu telah membutakan mata hatinya. Bahkan ia telah bertekad mati pun akan dihadapinya demi cintanya terhadap putri sekar kedaton.Cinta yang Terlarang

Love_hurts_by_Alephunky.jpg (444 kB)

alephunky.deviantart.com

Setelah seharian bercengkrama dengan sang pujaan hati, putri sekar kedaton membujuk agar Raden Pabelan segera pulang dahulu untuk memohon ayahandanya meminang sang putri kepada Sri Sultan. Berat hati Raden Pabelan untuk berpisah, tetapi karena desakan halus itu akhirnya menguatkan niatnya untuk pulang meninggalkan sekar kedaton.

Huru-hara di Puri Kaputren

Dengan mengendap-endap di kegelapan bayangan tembok istana Pajang, malam itu Raden Pabelan hendak merapal ajian bekal dari ayahnya.Dirabanya tembok yang tinggi, tebal, dan kokoh itu sambil membaca mantra. Tidak seperti awal kedatangannya, tembok istana tersibak saat selesai dibaca mantra. Kali ini sudah diulangnya mantra ke sekian kali, tetapi tembok itu tetap membisu dan tak bergeming. Wajah pucat dan keringat dingin telah membasahi tubuh Raden Pabelan. Ia tidak menyadari bahwa ayahnya, Tumenggung Mayang memang sengaja tidak memberikan jalan keluar bagi pabelan dari tembok istana.

Bergetar hatinya dan menjadi ciut nyali Raden Pabelan menghadapi masalah itu. Sejenak ia termenung kemudian diputuskan untuk kembali ke kaputren untuk menemui sekar kedaton. Apapun yang terjadi, jika aku harus mati, harus ada yang menemani, putri sekar kedaton tentu.

” Aduh …, maafkan hamba … putri … kakang terpaksa kembali menemui dinda …” kalimat itu meluncur dari bibir Raden Pabelan saat ditemuinya lagi sang putri.

” Ada apa kakang? …, mengapa kakang Pabelan kembali lagi …” tanya sekar kedaton tak habis mengerti.

Raden Pabelan sengaja menutupi kegagalannya membuka tembok istana dengan mengatakan bahwa ia tak kuasa menahan kerinduan hati jika meninggalkan sang putri. Demi mendengar rayuan gombal sang play boy sejati itu, maka tak tahanlah gejolak hati sang putri. Maka kembali mereka berdua bergandengan tangan masuk ke dalam bangsal kaputren, mengukir kisah cinta yang tak terpuji karena terhempas rasa frustasi sang jejaka berparas rupawan, ialah Raden Pabelan.

Sepandai pandainya mereka menutupi rahasia birahi, akhirnya terhembus juga angin yang menghentakkan jantung para emban yang bertugas menjaga keselamatan sang putri.Demi  mendengar suara asing, dan lenguhan tertahan dari dalam kamar sang putri, dan terkunci lagi. Para emban pun dibuat kelabakan dan mencoba menyadari apa yang telah terjadi. Seandainya Raden Pabelan menjadi pasangan sang putri, merekapun sejujurnya juga ikut bersuka hati. Tetapi mengemban tanggung jawab sebagai pamomong, nyawa adalah taruhannya jika sesuatu terterjadi pada sang putri. Apapun yang terjadi harus dilaporkan pada Sultan junjungannya. Maka bergegas emban melapor pada sang raja, yang tengah berwawan sabda dengan para punggawa istana Pajang. (Bersambung)

Iklan
Kategori:Tak Berkategori Tag:, ,
  1. 11 Oktober 2010 pukul 01:49

    Wah, ceritanya makin panas..hehe.. Saya suka baca cerita tentang jaman kerajaan.
    kapan nih lanjutannya? 😉

    • 11 Oktober 2010 pukul 06:20

      Akan segera diproses, terima kasih Bli … atas sambutannya

  2. 11 Oktober 2010 pukul 07:06

    saya membaca kisah ini di Babad Tanah Jawi
    saya punya buku versi bahasa jawa
    tapi pengarangnya Olthof, orang belanda..
    apa ya gitu Mas? heheh…
    thanks pencerahannya… ‘
    salam sukses..

    sedj

    • 12 Oktober 2010 pukul 01:00

      Ya, salah satu sumbernya dari Babad Tanah Jawi dan dari berbagai sumber lainnya, termasuk kisah tutur Tanks

  3. 12 Oktober 2010 pukul 09:16

    wah….
    kok bersambung sih

    ini lama2 jd sinteron nih

    huft

    • 12 Oktober 2010 pukul 10:41

      Mungkin ada yang berminat untuk disinetronkan,boleh … he … he …

  4. 12 Oktober 2010 pukul 10:47

    tambah seru juga ceritanya ya Mas, ada intrik cinta terpendam..

    • 12 Oktober 2010 pukul 11:01

      Begitulah Bli, kisah cinta manusia adalah universal dan tak lekang oleh zaman … he … he …

  5. 14 Oktober 2010 pukul 05:37

    WADUH, penasaran nih, ketahuan ga ya???
    ditunggu lg sambungannya…

    • 14 Oktober 2010 pukul 16:36

      Segera , nanti setelah proses klar … Tanks

  6. 15 Oktober 2010 pukul 04:17

    Hm….

    Jadi ini terjemahan atau gimana sih??

    masa bodoh ah, lanjut yg ke III…..

    • 15 Oktober 2010 pukul 10:59

      Boleh juga dibilang begitu, tapi bukan hanya dari satu sumber …

  7. 15 Oktober 2010 pukul 05:28

    Iya nih ceritanya makin pwanas za…,
    tapi salut deh, ceritanya ngambil dari segi sejarah zaman lalu. wah…..,kalo orang jawa mah bilangnya nguri-nguri kabudayan,,,,,,

    • 15 Oktober 2010 pukul 09:21

      Ya, betul skali … gan, he …he …

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: