Beranda > Tak Berkategori > Konsep Wanita Turangga Kukila dalam Filosofi Orang Jawa dan Relevansinya dengan Budaya Masa Kini

Konsep Wanita Turangga Kukila dalam Filosofi Orang Jawa dan Relevansinya dengan Budaya Masa Kini


Waktu terus berjalan dan budaya terus berkembang seiring majunya jaman. Pada masa lalu, seorang pria dikatakan telah lengkap hidupnya jika memenuhi kriteria tersebut dalam judul di atas, yaitu telah mempunyai wanita, turangga, dan kukila. Yang menjadi pertanyaan, apakah kriteria tersebut masih relevan untuk masa kini? Tentunya kalau diartikan secara harafiah sangat …sangat tidak relevan. Mengapa demikian?

Kalau diartikan secara harfiah, berikut penjelasannya.

Pertama : wanita adalah perempuan dalam hal ini isteri. Seorang laki-laki dikatakan laki-laki sejati kalau ia telah memiliki seorang isteri, tentunya dengan pemenuhan segala tanggungjawabnya sebagai suami, yaitu mampu ngingoni dan nyandhangi. Ngingoni adalah memberi nafkah baik dalam bentuk jasmani maupun rohani, sedangkan nyandhangi adalah memberi kelayakan dalam berpenampilan bagi seorang wanita baik dalam busana, kosmetik, dan segala bentuk pernak-perniknya. Kalau untuk point pertama ini saya rasa masih agak relevan, meskipun sekarang banyak laki-laki yang sukses dan hidup terhormat meski tidak didampingi isteri. Untuk contohnya dapat anda cari di media massa atau dengan googling tentunya  he … he …

Kedua : turangga adalah jaran, atau kuda. Seorang laki-laki dianggap telah memenuhi kriteria laki-laki sejati jika sudah mempunyai kuda sebagai sarana mobilitasnya. Kita maklum bahwa jaman dahulu kuda merupakan sarana transportasi yang urgent. Jika tidak mempunyai kuda, orang pergi kemana-mana dengan jalan kaki dengan resiko memerlukan waktu tempuh lama, kepanasan, jalan berdebu dan sebagainya. Kalau hal ini diterapkan untuk jaman sekarang? Cape …deh. masa pak polisi harus ngatur lalu-lintas penunggang kuda. Untuk masa kini turangga sudah tidak diberi makan rumput, tapi cukup bensin atau pertamax. Tahu kan … itu lho yang bisa dimiliki dengan cara cash maupun kredit hanya dengan jaminan KTP.

Ketiga : kukila adalah burung. Seorang laki-laki harus punya burung. Tentu bukan sembarang burung tetapi sebagai syaratnya adalah burung perkutut. Maka pada masa lalu halaman rumah seorang lelaki terhormat tentu dihiasi dengan tiang-tiang bambu untuk ngerek burung tersebut. Untuk masa sekarang? Wah repot, mana harus ngasih makan burung, bersihin kurungan, ngerek ke tiang, nungguin burung manggung sambil nglaras minum teh ginastel? Wah sudah ga’ njamani. Mending dengerin lagu-lagu MP3 dengan dipasang Sub Wofer besar-besar lage, bosen tinggal ganti lagu atau matiin saja, beres.

Kok judul dengan isinya gak nyambung blass ya …judulnya mentereng isinya garing? Begitulah postingan secara sembarangan ini saya hidangkan untuk anda. Maaf seribu kali maaf jika ada yang tidak berkenan di hati saat membacanya. Keep writing, and Happy blogging!

Iklan
Kategori:Tak Berkategori Tag:, ,
  1. 24 September 2010 pukul 02:01

    halloo..
    makasih udah mampir di blog aku yah!
    lam knal.. 🙂

    • 26 September 2010 pukul 17:00

      Oke, kembali asih. Sudah menjadi tradisii yang newbie mengunjungi dulu yang sudah senior member. Tks

  2. 'Ne
    3 Oktober 2010 pukul 10:23

    kalau secara harfiah memang sudah tidak relevan, tapi seiring perkembangan zaman tentu maknanya bisa saja bergeser..

    salam 🙂

    • 3 Oktober 2010 pukul 19:16

      Ya, betul … fleksibel gitu ya, Makasih atas kunjungannya …
      Salam

  3. 17 Oktober 2010 pukul 10:20

    Mantabs….jawa banget …

  4. 24 Oktober 2010 pukul 18:49

    Mungkin tunggangannya sekarang itu pakai merk ferari, kan ada kudanya juga :).

  5. 1 November 2010 pukul 14:12

    wah, lha saya belum punya turangga, lha punyanya bebek supra.
    bisa masuk kategori laki-laki sejati tidak ini ??? salam buat semua thank q

    • 1 November 2010 pukul 14:42

      Kalau itu ya termasuk trangga, kan juga tumpakan he … he …
      Salam kembali untuk Pak Tri sekelurga … Tanks

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: