Beranda > seni budaya > Ritual Adat Suwuk di Bonraja

Ritual Adat Suwuk di Bonraja


Waktu itu  saya masih balita. Tetapi masih terbayang jelas dalam ingatan, ketika nenek mengajakku ke Bonrojo (Sriwedari). Beliau membawa beberapa buah mentimun dan satu butir kelapa. Kami berjalan kaki dari rumah, kebetulan rumah orang tua saya waktu itu tidak seberapa jauh dari lokasi Bonraja yaitu di sebelah Barat sekitar 1 Km.

Sesampainya di Bonrojo, nenek menemui srati (orang yang bertugas merawat gajah) kemudian menyerahkan barang bawaan nenek tadi. Entah apa yang diucapkan oleh nenek kepada srati itu selanjutnya saya dituntun oleh nenek mendekati kandang gajah yang berupa lingkaran terbuat dari pagar besi, bersama sang srati tentunya. Pertama aku meronta untuk melepaskan diri dari pegangan nenek karena saya takut namun setelah dibujuk oleh nenek dan lambaian tangan srati itu, akhirnya aku menurut.

Gajah itu tinggi besar dengan dua buah gadingnya yang panjang-panjang berjalan gontai menakutkan. Sang srati  memungut sejumput kotoran gajah yang ada di pinggir kandang lalu mengoleskannya di ubun-ubunku. Kemudian dipanggilnya gajah yang ada didalamkandang itu dengan mengacungkan mentimun bawaan nenek tadi. Gajah itu meraihnya dengan belalainya dan dimasukkan ke dalam mulutnya. Setelah habis buah mentimun, giliran kelapa itu diberikan. Gajah itu meraih lagi dengan belalainya tetapi tidak dimasukkan ke dalam mulutnya melainkan diletakkan di tanah lalu diinjaknya hingga pecah, baru dimasukkan ke dalam mulutnya.

Usai sudah ritual suwuk itu. Nenek mengucapkan terima kasih kepada srati kemudian kami pulang. Kenangan itu selalu terbayang di ingatanku jika aku melihat gambar gajah atau gajah yang sesungguhnya. Sungguh kekangan yang tak terlupakan.  Sekarang gajah itu sudah tiada, Bonrojo juga sudah tinggal kenangan.

Iklan
  1. 24 September 2010 pukul 15:10

    Sayang sekali ya Mas, ritual bersejarah itu tinggal kenangan saja. Seandainya masih berlanjut dan dilestarikan sampai sekarang, ada yang bisa dipelajari buat anak cucu.
    SALAM kami dari Kendari… 🙂

    • 24 September 2010 pukul 15:37

      Iya betul Bli Tu, kadang kepentingan seeorang mampu menggusur hajat orang banyak, ya ….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: