Beranda > seni budaya > Mas Ngabehi Loring Pasar

Mas Ngabehi Loring Pasar


Judul diatas adalah sebuah gelar yang diberikan oleh Sultan Hadiwijaya penguasa Kesultanan Pajang, kepada Danang Sutawijaya putera Ki Ageng Pemanahan. Danang Sutawijaya yang juga merupakan putera angkat Sultan Hadiwijaya diharapkan menjadi  pancingan agar beliau segera mempunyai keturunan.

Danang Sutawijaya berperan sebagai tokoh sentral pendiri dinasti Mataram, seperti tertulis dalam Babad Tanah Jawi. Danang Sutawijaya merupakan sosok pemuda yang ambisius bercita-cita untuk mendirikan tahta kerajaan sendiri diluar kekuasaan Kesultanan Pajang. Ambisi itu diwarisinya dari Ki Ageng Pemanahan Ayahnya.

Untuk mewujudkan ambisinya itu, Danang Sutawijaya tidak segan-segan menempuh berbagai macam cara dan laku prihatin. Sunan Kalijaga, salah satu tokoh dari sembilan wali (Wali Sanga) rupanya ”Tanggap Ing Sasmita” merestui dan mendukung niat Danang Sutawijaya yang sudah diramalkan oleh Sunan Kudus kelak akan menjadi Raja Gung Binathara di jagad Nuswantara. Untuk itu Sunan Kalijaga ikut mendampingi Danang Sutawijaya dengan menjadi  penasehat spiritualnya.

Merunut silsilah dari Danang Sutawijaya, tidak lepas dari panji-panji kebesaran kerajaan Majapahit. Sutawijaya putra dari Ki Ageng Pemanahan, Ki Ageng Pemanahan putera dari Ki Ageng Nis di Nglaweyan, Ki Ageng Nis putera dari Ki Ageng Sela seorang tokoh pada masa kejayaan kerajaan Demak. Konon pernah menangkap bledeg (petir) yang kemudian di tempatkan di lingkungan masjid Demak. Ki Ageng Sela putera dari Raden Bondhan Kejawan, Raden Bondan Kejawan putera dari Ki Ageng Tarub, merupakan keturunan dari Prabu Bre Wijaya pemegang tahta kerajaan Majapahit yang pungkasan.

Dari riwayat silsilah tersebut dapat ditarik benang merah bahwa berdirinya kerajaan Mataram merupakan ”tunggak semi” dari kerajaan Majapahit.

Catatan istilah terkait teks:

Pancingan : memudahkan jalan ( hal ini berkaitan dengan harapan untuk memperoleh keturunan)

Laku prihatin : perjuangan dalam mewujudkan cita-cita dilandasi dengan tekad dan pengorbanan baik moril maupun materiil dan selalu memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tanggap ing sasmita : peka dan merespon dengan positif akan tanda-tanda yang berupa fenomena atau gejala alam, ditangkap sebagai pesan baik melalui panca indera maupun indera yang ke enam.

Tunggak semi : re generasi

Posting disarikan dari berbagai sumber.

Iklan
  1. 3 September 2010 pukul 17:51

    Sekedar ingin mengucapkan salam kenal dari komunitas keluarga miskin.
    Semoga berkenan mengunjungi blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis.
    Terima kasih.

    • 4 September 2010 pukul 00:13

      Terimakasih atas kunjungannya, akan segera kunjung balik ….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: